Saturday, 26 March 2016

Motto Pelayanan Satuan Reserse Kriminal Polres Konawe

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
           DAERAH SULAWESI TENGGARA
                        RESORT KONAWE

MOTTO PELAYANAN SATUAN RESERSE KRIMINAL POLRES KONAWE
“ CEPAT, TEPAT, TRANSPARAN dan AKUNTABEL”

  1.   Cepat yaitu pelapor/pengadu terlayani dengan segera dan profesional sesaat setelah menyampaikan laporannya dengan kretaria sebagai berikut :

a.   Adanya kesigapan, kesiapan, dan sikap pro aktif dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat yang menyampaikan laporan/pengaduan;
b.   Penyidik segera mendatangi TKP untuk laporan kasus yang memerlukan olah TKP;
c.   Penyidik segera memeriksa pelapor/saksi yang ada dan dituangkan kedalam BAP;
d.   Penyidik melakukan penelitian terhadap laporan yang diterima untuk menentukan status laporan tersebut;
e.   Penyidik segera mengirimkan SP2HP kepada pelapor mengenai status laporan, dentitas penyidik yang menangani dan rencana tindak lanjut proses laporan tersebut.

  2.   Tepat yaitu segala upaya / tindakan yang dilakukan penyidikan didasari profesional, proporsional, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku dengan kreteria sebagai berikut :
a.   Tindakan penyidikan yang terarah dan terukur didasari 3T (tepat sasaran, tepat alasan dan tepat dasar hukumnya);
b.   Setiap tindakan penyidikan didukung oleh administrasi penyidikan;
c.   Tindakan upaya paksa oleh penyidik dilakukan sesuai urutan tindakan-tindakan yang telah diatur dalam Juklak / Juknis yaitu dimulai dari tindakan persuasif sampai dengan tindakan represif.

  3.   Transparan yaitu adanya keterbukaan dalam proses penyidikan melalui penyampaian pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP) dan pelaksanaan pengawasan penyidikan dari seluruh tahapan penindakan yang dilakukan oleh penyidik baik melalui surat maupun gelar perkara, kegiatan yang dilakukan :

a.   Dalam penerimaan laporan petugas membacakan kembali isi laporan yang diterima dan dipahami oleh pelapor kemudian ditanda tangani bersama;
b.   Selama dalam proses penelitian laporan, penyelidikan dan penyidikan, pelapor wajib mendapatkan informasi perkembangan penyidikan melalui SP2HP;
c.   Sejak proses penyidikan sudah diawasi oleh Pengawas Penyidik.

   4.      Akuntabel yaitu segala tindakan yang telah dilakukan sesuai dengan prosedur, terukur, tindakan tidak bertentangan dengan hukum dan dapat dipertanggung jawabkan kepada publik/umum.

Unaaha,         Januari  2016
KEPALA SATUAN RESERSE KRIMINAL



YUNAR H.P SIRAIT, SH, SIK
AJUN KOMISARIS POLISI NRP 84061756

DATA DAN FOTO BHABINKAMTIBMAS DEFINITIF TA. 2016 POLRES KONAWE

















Thursday, 24 March 2016

Arti logo Polri

ARTI LOGO
KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

TRIBRATA
Kami Polisi Indonesia
  1. Berbakti kepada nusa dan bangsa dengan penuh ketakwaan terhadap Tuhan yang Maha Esa.
  2. Menjunjung tinggi kebenaran, keadilan dan kemanusiaan dalam menegakkan hukum negara kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan pancasila dan undang-undang dasar 1945.
  3. Senantiasa melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat dengan keikhlasan untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban.

CATUR PRASETYA
Sebagai insan bhayangkara, kehormatan saya adalah berkorban demi masyarakat, bangsa dan negara, untuk:
  1. Meniadakan segala bentuk gangguan keamanan
  2. Menjaga keselamatan jiwa raga, harta benda dan hak asasi manusia
  3. Menjamin kepastian berdasarkan hukum
  4. Memelihara perasaan tentram dan damai


LOGO TRIBRATA
  
  1. Perisai bermakna pelindung rakyat dan negara.
  2. Tiang dan nyala obor bermakna penegasan tugas Polri, di samping memberi sesuluh atau penerangan juga bermakna penyadaran hati nurani masyarakat agar selalu sadar akan perlunya kondisi keamanan ketertiban masyarakat yang mantap.
  3. Pancoran obor yang berjumlah 17 dengan 8 sudut pancar berlapis 4 tiang dan 5 penyangga bermakna 17 Agustus 1945 hari Proklamasi Kemerdekaan yang berarti Polri berperan langsung pada proses kemerdekaan dan sekaligus pernyataan bahwa Polri tak pernah lepas dari perjuangan bangsa dan negara.
  4. Tangkai padi dan kapas menggambarkan cita-cita bangsa menuju kehidupan adil dan makmur, sedangkan 29 daun kapas dengan 9 putik dan 45 butir padi merupakan suatu pernyataan tanggal pelantikan Kapolri pertama 29 September 1945 yang dijabat oleh Jenderal Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo.
  5. Tiga bintang di atas logo bermakna Tri Brata adalah pedoman hidup Polri.
  6. Warna hitam dan kuning adalah warna legendaris Polri.
  7. Warna kuning keemasan perlambang kebesaran dan keagungan hati nurani segenap personil Polri.
  8. Warna hitam adalah lambang keabadian dan sikap tenang mantap yang bermakna harapan agar Polri selalu tidak goyah dalam situasi dan kondisi apapun, tenang, memiliki stabilitas nasional yang tinggi dan prima agar dapat selalu berpikir jernih,bersih, dan tepat dalam mengambil keputusan.

Visi misi Humas polri

VISI DAN MISI 
DIVISI HUBUNGAN MASYARAKAT
KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

 VISI 
“Terwujudnya Postur Humas Polri yang profesional, bermoral dan modern dibidang kehumasan guna membangun objektivitas, kepercayaan dan partisipasi masyarakat”

MISI
Berdasarkan pernyataan visi yang dicita-citakan tersebut, selanjutnya diuraikan dalam misi Divhumas Polri yang mencerminkan koridor tugas-tugas sebagai berikut :
  1. Membangun kemampuan kehumasan personil Polri dengan baik SDM, Sarpras, Sismet, anggaran menuju Front Office Polri;
  2. Menjalin kerjasama dengan komponen masyarakat dan pelaku komunikasi;
  3. Mencari, menghimpun, mengolah, mendistribusikan, menyimpan informasi dan data secara menyeluruh, cepat, tepat dan akurat melalui jaringan terbuka dan mudah dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menjalin komunikasi dua arah
  4. Mendukung kegiatan Kepolisian dan operasi Kepolisian;
  5. Kesiapan Polri atas kewajiban memberikan pelayanan informasi publik yang sudah diberlakukannya UU KIP, sehingga realisasi Humas Polri sebagai Front Office perlu segera diwujudkan. Karena itu diperlukan dukungan SDM, sarana prasaran berbasis TI, sistem dan metoda serta anggaran yang memadai.​visi misi humas polri

Tuesday, 15 March 2016


VISI DAN MISI 
DIVISI HUBUNGAN MASYARAKAT
KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA


VISI 
“Terwujudnya Postur Humas Polri yang profesional, bermoral dan modern dibidang kehumasan guna membangun objektivitas, kepercayaan dan partisipasi masyarakat”

MISI
Berdasarkan pernyataan visi yang dicita-citakan tersebut, selanjutnya diuraikan dalam misi Divhumas Polri yang mencerminkan koridor tugas-tugas sebagai berikut :

1.        Membangun kemampuan kehumasan personil Polri dengan baik SDM, Sarpras, Sismet, anggaran menuju Front Office Polri;
2.        Menjalin kerjasama dengan komponen masyarakat dan pelaku komunikasi;
3.        Mencari, menghimpun, mengolah, mendistribusikan, menyimpan informasi dan data secara menyeluruh, cepat, tepat dan akurat melalui jaringan terbuka dan mudah dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menjalin komunikasi dua arah
4.        Mendukung kegiatan Kepolisian dan operasi Kepolisian;
5.        Kesiapan Polri atas kewajiban memberikan pelayanan informasi publik yang sudah diberlakukannya UU KIP, sehingga realisasi Humas Polri sebagai Front Office perlu segera diwujudkan. Karena itu diperlukan dukungan SDM, sarana prasaran berbasis TI, sistem dan metoda serta anggaran yang memadai.​


  


ARTI LOGO
KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

TRIBRATA
Kami Polisi Indonesia
1.        Berbakti kepada nusa dan bangsa dengan penuh ketakwaan terhadap Tuhan yang Maha Esa.
2.        Menjunjung tinggi kebenaran, keadilan dan kemanusiaan dalam menegakkan hukum negara kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan pancasila dan undang-undang dasar 1945.
3.        Senantiasa melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat dengan keikhlasan untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban.

CATUR PRASETYA
Sebagai insan bhayangkara, kehormatan saya adalah berkorban demi masyarakat, bangsa dan negara, untuk:
1.        Meniadakan segala bentuk gangguan keamanan
2.        Menjaga keselamatan jiwa raga, harta benda dan hak asasi manusia
3.        Menjamin kepastian berdasarkan hukum
4.        Memelihara perasaan tentram dan damai


LOGO TRIBRATA


1.        Perisai bermakna pelindung rakyat dan negara.
2.      Tiang dan nyala obor bermakna penegasan tugas Polri, di samping memberi sesuluh atau penerangan juga bermakna penyadaran hati nurani masyarakat agar selalu sadar akan perlunya kondisi keamanan ketertiban masyarakat yang mantap.
3.        Pancoran obor yang berjumlah 17 dengan 8 sudut pancar berlapis 4 tiang dan 5 penyangga bermakna 17 Agustus 1945 hari Proklamasi Kemerdekaan yang berarti Polri berperan langsung pada proses kemerdekaan dan sekaligus pernyataan bahwa Polri tak pernah lepas dari perjuangan bangsa dan negara.
4.   Tangkai padi dan kapas menggambarkan cita-cita bangsa menuju kehidupan adil dan makmur, sedangkan 29 daun kapas dengan 9 putik dan 45 butir padi merupakan suatu pernyataan tanggal pelantikan Kapolri pertama 29 September 1945 yang dijabat oleh Jenderal Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo.
5.        Tiga bintang di atas logo bermakna Tri Brata adalah pedoman hidup Polri.
6.        Warna hitam dan kuning adalah warna legendaris Polri.
7.        Warna kuning keemasan perlambang kebesaran dan keagungan hati nurani segenap personil Polri.
8.     Warna hitam adalah lambang keabadian dan sikap tenang mantap yang bermakna harapan agar Polri selalu tidak goyah dalam situasi dan kondisi apapun, tenang, memiliki stabilitas nasional yang tinggi dan prima agar dapat selalu berpikir jernih,bersih, dan tepat dalam mengambil keputusan.

ARTI LOGO
DIVISI HUMAS
-OBYEKTIF - DIPERCAYA - PARTISIPASI -

MAKNA LAMBANG DAN TULISAN DALAM TANDA KEMAMPUAN FUNGSI HUMAS POLRI

1.      Lingkaran luar berwarna hitam bertuliskan objektif, dipercaya dan partisipasi berwarna putih, merupakan moto Humas Polri. Kemampuan Humas Polri dalam memberikan informasi secara objektif agar dapat membentuk opini dan citra positif terhadap institusi Polri, guna membangun kepercayaan masyarakat dalam rangka mewujudkan dukungan partisipasi masyarakat dalam melaksanakan tugas Kepolisian sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.
2.        Lingkaran dalam berwarna merah putih.
·      Melambangkan Bendera Negara Kesatuan Republik Indonesia.
·  Dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara secara terus menerus mengadakan interaksi dengan lingkungan dan selalu waspada terhadap propaganda lawan, untuk mewujudkan kesatuan wilayah, bangsa dan keamanan dalam menciptakan keutuhan NKRI.
3.        Garis tengah berwarna hitam
            ·       Melambangkan garis Khatulistiwa dimana letak Negara Kesatuan Republik Indonesia.
            ·       Indonesia sebagai Negara kepulauan yang terletak di antara dua samudra dan dua benua merupakan              letak Negara yang strategis.
4.        Tiga buah bintang segi lima berwarna putih.
Ø Melambangkan Bintang Segi Lima menunjukkan kelima sila "Pancasila" dan sebagai dasar NKRI.
Ø Tiga bintang berwarna putih melambangkan Humas Polri dalam melaksanakan tugas berpedoman kepada "Tribrata" secara tulus dan ikhlas.
5.   Tameng berwarna hitam. Melambangkan pengabdian Humas Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat melalui informasi dan publikasi yang objektif.
6.   Tulisan Humas Polri berwarna kuning. Melambangkan keagungan fungsi Humas Polri yang sangat diperlukan dalam memasyarakatkan kinerja Polri.
7.        Obor berwarna putih.
Ø Melambangkan memberikan informasi dan penerangan secara cepat, benar, tepat dan akurat.
Ø Memberikan informasi tentang tugas mulia Polri dalam memelihara Kamtibmas, penegakan hukum dengan melaksanakan perlindungan, pengayoman serta pelayanan masyarakat.
8.     Lidah api berwarna merah. Melambangkan bahwa "Catur Prasetya" dijadikan sebagai pedoman kerja dalam bidang kehumasan.
9.        Lingkaran bola dunia berwarna biru laut.
v Melambangkan era globalisasi yang diwarnai oleh transparansi, kebebasan, demokrasi, menghormati Hak Asasi Manusia dan pemeliharaan lingkungan hidup.
v Dalam tugas dan peran Humas Polri harus dapat memberi dan menetralisir informasi yang dapat mempengaruhi kehidupan berbangsa dan bernegara baik yang berskala internasional, regional maupun nasional khususnya yang menyangkut bidang keamanan dan budaya patuh hukum.

10.    Enam sinar api berwarna kuning.
ü Melambangkan kegiatan fungsi Humas Polri dalam rangka membentuk opini positif untuk menciptakan citra Polri yang baik.
ü Membuat perencanaan kegiatan Humas Polri dalam upaya mencapai tujuan organisasi.
ü Menyelenggarakan kerja sama dengan media massa dengan menginformasikan dan mengkomunikasikan serta mempublikasikan keberhasilan kinerja Polri.
ü Menjalin kemitraan dengan intansi terkait, LSM, cendekiawan, Orpol, Ormas.
ü Memberikan informasi dan penerangan kepada Personel Polri.
ü Menganalisa dan mengevaluasi informasi, berita media massa serta opini yang berkembang di masyarakat.
ü Mendokumentasikan kegiatan Polri baik kegiatan operasional maupun pembinaan dalam bentuk VCD dan foto.

11.    Satu obor berwarna putih, 7 sinar obor berwarna oranye, 4 cincin obor berwarna hitam, dan 6 sinar obor berwarna kuning.
Ø Melambangkan hari Bhayangkara 1 juli 1946.
Ø Tiang obor dan nyala obor melambangkan di samping pemberian penyuluhan dan penerangan juga bermakna penyadaran hati nurani masyarakat agar selalu sadar dan patuh hukum guna menciptakan kondisi Kamtibmas yang mantap.

Tanggal 29 September 1945 tentara Sekutu yang didalamnya juga terdapat ribuan tentara Belanda menyerbu Indonesia dengan dalih ingin melucuti tentara Jepang. Pada kenyataannya pasukan sekutu tersebut justru ingin membantu Belanda menjajah kembali Indonesia. Oleh karena itu perang antara sekutu dengan pasukan Indonesiapun terjadi dimana-mana. Klimaksnya terjadi pada tanggal 10 Nopember 1945, yang dikenal sebagai "Pertempuran Surabaya". Tanggal itu kemudian dijadikan sebagai hari Pahlawan secara Nasional yang setiap tahun diperingati oleh bangsa Indonesia Pertempuran 10 Nopember 1945.di Surabaya menjadi sangat penting dalam sejarah Indonesia, bukan hanya karena ribuan rakyat Indonesia gugur, tetapi lebih dari itu karena semangat heroiknya mampu menggetarkan dunia dan PBB akan eksistensi bangsa dan negara Indonesia di mata dunia.
Andil pasukan Polisi dalam mengobarkan semangat perlawanan rakyat ketika itupun sangat besar.alam menciptakan keamanan dan ketertiban didalam negeri, Polri juga sudan banyak disibukkan oleh berbagai operasi militer, penumpasan pemberontakan dari DI & TII, PRRI, PKI RMS RAM dan G 30 S/PKI serta berbagai penumpasan GPK.

Dalam perkembangan paling akhir dalam kepolisian yang semakin modern dan global, Polri bukan hanya mengurusi keamanan dan ketertiban di dalam negeri, akan tetapi juga terlibat dalam masalah-masalah keamanan dan ketertiban regional maupun internasional, sebagaimana yang di tempuh oleh kebijakan PBB yang telah meminta pasukan-pasukan polisi, termasuk Indonesia, untuk ikut aktif dalam berbagai operasi kepolisian, misalnya di Namibia (Afrika Selatan) dan di Kamboja (Asia).

Monday, 14 March 2016

WASPADA BEGAL...!!!

Seorang Mahasiswi Dibegal di Jalan Pasasr Buah Unaaha

Beberapa waktu yang lalu tepatnya pada hari minggu tanggal 06 maret 2016 sekitar pukul 22.35 wita, terjadi tindak pidana pencurian dengan kekerasan atau BEGAL, di jalan pasar buah Unaaha. aksi begal itu terhadap seorang mahasiswi yang bernama AWIT ANDRAINI yang beralamat di Kel. Uepai kec. Uepai Kab. Konawe.

Adapun kronologis kejadiannya yaitu korban yang sedang dibonceng temannya mengendarai sepeda motor melaju dengan kecepatan sedang dari kediaman korban di Kel. Uepai menuju kota Unaaha, dan pada saat melintasi jalan pasar buah, tiba-tiba ada sepeda motor jenis jupiter warna putih dari arah yang sama mendekat dan langsung menarik paksa tas korban hingga terlepas. adapun isi tas tersebut yaitu Hp IPHONE warna putih, HP BLACKBARRY GEMINI Tipe 8520 warna merah maron, dan HP NOKIA tipe 2220 warna merah. korban diperkirakan mengalami kerugian sebesar Rp. 7.000.000,-(tujuh juta rupiah).

korban telah melaporkan kejadiannya tersebut ke Polres Konawe dan saat ini masih dalam penyelidikan.....